Tempatkan 4 buah PC, sambungkan dengan kabel cross masing – masing 2 PC terhubung dengan switch (berarti ada 2 switch), dan tempatkan satu Router
Senin, 15 Oktober 2012
Senin, 24 September 2012
Perbedaan ip public dan ip private
Perbedaan
ip public dan ip private
Internet Protocol atau disingkat IP alamat umumnya ada dua jenis yaitu Publik dan Swasta.
Jika
Anda pernah bertanya-tanya untuk mengetahui apa perbedaan antara alamat IP,
publik dan pribadi, maka Anda berada di tempat yang tepat. Dalam posting kali
ini saya akan mencoba menjelaskan perbedaan antara ip publik dan alamat IP
pribadi dalam istilah awam sehingga menjadi sederhana dan mudah untuk dipahami.
Apa itu IP Publik?
Sebuah alamat IP publik yang
ditugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet dimana setiap IP
adalah unik. Maka akan tidak bisa ada dua komputer dengan alamat IP publik yang
sama dalam seluruh Internet. Skema pengalamatan memungkinkan komputer untuk
“menemukan satu sama lain” dan melakukan pertukaraninformasi. Pengguna tidak
memiliki kontrol atas alamat IP (publik) yang diberikan ke komputer. Alamat IP
publik ditugaskan untuk komputer oleh Internet Service Provider secara langsung
setelah komputer terhubung ke gateway Internet.
Sebuah alamat IP publik dapat
berupa statis atau dinamis. Sebuah alamat IP public static tidak dapat berubah
dan digunakan terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Di
sisi lain sebuah alamat IP publik yang dinamis dipilih dari sebuah pool yang
tersedia pada alamat dan perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk
menghubungkan ke Internet. Sebagian besar pengguna internet hanya akan memiliki
IP dinamis yang bertugas untuk setiap komputer. Ketika terjadi disconnetted
atau jaringan terputus/padam apabila menghubungkannya kembali maka
otomatis akan mendapat IP baru.
Apa
itu ip private?
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
Sebuah alamat IP dianggap pribadi jika nomor IP termasuk dalam salah satu rentang alamat IP untuk jaringan pribadi seperti Local Area Network (LAN). Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
10.0.0.0
– 10.255.255.255 (Total
Addresses: 16,777,216)
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)
172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
192.168.0.0 – 192.168.255.255 (Total Addresses: 65,536)
Alamat IP
Private/Pribadi yang digunakan untuk penomoran komputer dalam jaringan pribadi
termasuk rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan
komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. Katakanlah
misalnya, jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing dapat
diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10. Berbeda dengan IP publik,
administrator jaringan pribadi bebas untuk menetapkan alamat IP dari pilihannya
sendiri (disediakan nomor IP pada kisaran alamat IP pribadi seperti yang
disebutkan di atas).
Perangkat dengan alamat IP
private tidak dapat terhubung langsung ke Internet. Demikian juga, komputer di
luar jaringan lokal tidak dapat terhubung langsung ke perangkat dengan IP
pribadi. Hal ini dimungkinkan untuk menghubungkan dua jaringan pribadi dengan
bantuan router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address
Translation.
Jika
jaringan pribadi yang terhubung ke Internet (melalui koneksi Internet melalui
ISP) maka setiap komputer akan memiliki IP swasta maupun IP publik. Private IP
dipakai untuk komunikasi dalam jaringan dimana IP publik digunakan untuk
komunikasi melalui Internet. Kebanyakan pengguna internet dengan koneksi DSL /
ADSL akan memiliki Ip seperti IP publik.
Anda dapat mengetahui IP pribadi Anda dengan mengetikkan perintah ipconfig di command prompt. Jumlah yang Anda lihat terhadap “IPv4 Address:” adalah IP pribadi Anda yang dalam banyak kasus akan 192.168.1.1 atau 192.168.1.2. Berbeda dengan IP publik, swasta alamat IP yang selalu statis dan alami.
Anda dapat mengetahui IP pribadi Anda dengan mengetikkan perintah ipconfig di command prompt. Jumlah yang Anda lihat terhadap “IPv4 Address:” adalah IP pribadi Anda yang dalam banyak kasus akan 192.168.1.1 atau 192.168.1.2. Berbeda dengan IP publik, swasta alamat IP yang selalu statis dan alami.
Tidak seperti apa yang
kebanyakan orang anggap, IP pribadi bukan suatu yang mustahil untuk melacak
(seperti nomor telepon swasta) atau yang dicadangkan untuk penggunaan stealth
Internet. Pada kenyataannya tidak ada alamat IP publik yang tidak mungkin untuk
dilacak karena protokol itu sendiri dirancang untuk area transparansi.
Minggu, 03 Juni 2012
SUBNETMASK
SUBNETMASK
Kita juga harus menguasai konsep subnetting untuk mendapatkan IP address baru, dimana dengan cara ini kita dapat membuat network ID baru dari suatu network yang kita miliki sebelumnya. Subnetting digunakan untuk memecah satu buah network menjadi beberapa network kecil.
Untuk memperbanyak network ID dari
suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk
digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak
subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host
per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi
M = jumlah bit yang belum diselubungi
Contoh kasus dengan penyelesaian I :
Ip address 130.200.0.0 dengan subnet
mask 255.255.224.0 yang diidentifikasi sebagai kelas B.
Subnet mask :
11111111.11111111.11100000.00000000
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
3 bit dari octet ke 3 telah digunakan , tingal 5 bit yang belum diselubungi maka banyak kelompok subnet yang bisa dipakai adalah kelipatan 2 5 = 32 (256 – 224 = 32)
32 64 96 128 160 192 224
Jadi Kelompok IP yang bisa digunakan
dalah ;
subnet loopbackà130.200.0.0 – 130.200.31.254
130.200.32.1 – 130.200.63.254
130.200.64.1 – 130.200.95.254
130.200.96.1 – 130.200.127.254
130.200.128.1 – 130.200.159.254
130.200.160.1 – 130.200.191.254
130.200.192.1 – 130.200.223.254
130.200.32.1 – 130.200.63.254
130.200.64.1 – 130.200.95.254
130.200.96.1 – 130.200.127.254
130.200.128.1 – 130.200.159.254
130.200.160.1 – 130.200.191.254
130.200.192.1 – 130.200.223.254
Contoh kasus dengan penyelesaian II
:
Terdapat network id 130.200.0.0
dengan subnet 255.255.192.0 yang termasuk juga kelas B, cara lain untuk
menyelesaikannya adalah ;
• Dari nilai octet pertama dan
subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B yang octet
ketiga diselubungi dengan angka 192…
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
• Hitung dengan rumus (4 oktet – angka yang diselubung) 256 – 192 = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 64 dan 128.
Jadi kelompok ip yang dapat dipakai
adalah
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.199.254
Kasus ;
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Kita memiliki kelas B dengan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0
Dengan cara yang sama diatas sebelumnya
;
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
• Dari nilai octet pertama dan subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan octet ketiga terseluibung dengan angka 224
• Hitung dengan rumus (256-224) =32
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 64 96 128 160 192
Dengan demikian, kelompok IP address
yang dapat dipakai adalah ;
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
Kasus :
misalkan kita menggunakan kelas C
dengan network address 192.168.81.0 dengan subnet mask 255.255.255.240, maka
• Dari nilai octet pertama dan
subnet yang diberikan dapat diketahui IP address adalah kelas C dengan oktat
ketiga terselubung dengan angka 240
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
• Hitung (256 – 240) = 16
• Maka kelompok subnet yang dapat digunakan adalah kelipatan 16, yaitu 16 32 48 64 80 96 112 128 144 160 176 192 208 224
Maka kelompok IP address yang dapat
digunakan adalah ;
192.168.81.17 sampai 192.168.81.20
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
192.168.81.33 sampai 192.168.81.46
192.168.81.49 sampai 192.168.81.62
192.168.81.65 sampai 192.168.81.78
192.168.81.81 sampai 192.168.81.94
192.168.81.97 sampai 192.168.81.110
192.168.81.113 sampai 192.168.81.126
192.168.81.129 sampai 192.168.81.142
192.168.81.145 sampai 192.168.81.158
192.168.81.161 sampai 192.168.81.174
192.168.81.177 sampai 192.168.81.190
192.168.81.193 sampai 192.168.81.206
192.168.81.209 sampai 192.168.81.222
192.168.81.225 sampai 192.168.81.238
Kasus :
Sebuah perusahaan yang baru
berkembang mempunyai banyak kantor cabang dan tiap kantor cabang mempunyai 255
workstation, network address yang tersedia adalah 164.10.0.0, buatlah subnet
dengan jumlah subnet yang terbanyak
Penyelesaian ; 164.10.0.0 berada
pada kelas B, berarti octet 3 dan 4 digunakan untuk host, sedangkan 1 kantor
cabang ada 254 host, maka ambil 1 bit lagi dari octet ke 3 agar cukup.
Maka subnetmask yang baru
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
11111111.11111111.11111110.00000000
255. 255. 254. 0
Subnet yang tersedia adalah 256 –
254 = 2, maka subnetnya kelipatan 2 sampai dengan 254.
Jumlah subnet (2 7 – 2) = 128 – 2 =
26 subnet
Jumlah host / subnetnya (2 9 – 2 ) = 512 – 2 = 510 host
Jumlah host / subnetnya (2 9 – 2 ) = 512 – 2 = 510 host
164.10.0.0 sampai 164.10.1.0 dibuangà
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
164.10.2 .1 sampai 164.10.3.254
164.10.4.1 sampai 164.10.5.254
164.10.6.1 sampai 164.10.7.254
164.10.8.1 sampai 164.10.9.254
.
.
.
164.10.252.1 sampai 164.10.253.254
Kasus :
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu
192.168.20.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.192 ini
berarti notasi /26.
Jumlah subnet adalah 192, berarti
11000000, maka 22 – 2 = 2
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Berapa banyak host per subnet, 26 – 2 = 62 host
Hitung subnet yang valid 256 – 192 = 64 subnet, maka terus tambahkan block size sampai angka subnet mask. 64 + 64 = 128. 128 + 64 = 192, yang tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah 64 dan 128.
Subnet 64 128
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Host pertama 65 129
Host terakhir 126 190
Alamat Broadcast 127 191
Cara membaca tabel diatas yaitu dari
atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 64 atau
lengkapnya 192.168.20.64 memunyai host pertama 65 atau 192.168.20.65, host
terakhir 126 atau 192.168.20.126 dan alamat broadcast di 127 atau
192.168.20.127.
Kasus
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu
192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini
berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah
11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari
atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau
lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host
terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus kelas C
Kita mendapatkan IP dari ISP yaitu
192.168.10.0 untuk alamat network dan subnet masknya 255.255.255.224 ini
berarti notasi /27.
Berapa jumlah subnet, 224 adalah
11100000, jadi 23-3 = 6
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Berapa banyak host per subnet, 25 – 2 = 30 host
Hitung subnet yang valid 256 – 224 = 32
32 + 32 = 64
64 + 32 = 96
96 + 32 = 128
128 + 32 = 160
160 + 32 = 192
192 + 32 = 224
224 tidak valid karena ia adalah sebuah subnet mask. Maka subnet yang valid adalah
32, 64, 96,128,160,129,224
Subnet 32 64 96 128 160 192
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Host pertama 33 65 97 129 161 193
Host terakhir 62 94 126 158 190 222
Alamat Broadcast 63 95 127 159 191 223
Cara membaca tabel diatas yaitu dari
atas ke bawah untuk setiap kolom subnet, contoh: kolom pertama subnet 32 atau
lengkapnya 192.168.10.32 memunyai host pertama 33 atau 192.168.10.33, host
terakhir 62 atau 192.168.10.62 dan alamat broadcast di 63 atau 192.168.10.63.
Kasus :
Di sebuah perusahaan manufacturing
yang mempunyai banyak bagian dalam perusahaan tersebut, dimana setiap bagian
mempunyai 700 host, network address yang didapat adalah 171.168.10.0, berarti
ini kelas B…perhatikan bagaimana jika kita menggunakan kelas C karena kelas C
hanya dapat menampung host sebanyak 254 !!!
Classless Inter-Domain Rouitng (CIDR)
Suatu metode yang digunakan oleh ISP
untuk mengalokasikan sejumlah alamat pada perusahaan, kerumah seorang
pelanggan. ISP menyediakan ukuran blok (block size) tertentu.
Contoh : kita mendapatkan blok IP
192.168.32/28. notasi garis miring atau slash notation (/) berarti berapa bit
yang bernilai 1 (contoh diatas adalah /28 berarti ada 28 bit yang bernilai 1).
Nilai maksimum setelah garing adala
/32. karena satu byte adalah 8 bit dan terdapat 4 byte dalam sebuah alamat IP
(4 x 8 = 32). Namun subnet mask terbesar tanpa melihar class alamatnya adalah
hanya /30, karena harus menyimpan paling tidak dua buah bit sebagai bit dan
host.
Nilai CIDR
255.0.0.0 /8
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255. 255.224.0 /19
255. 255.240.0 /20
255. 255.248.0 /21
255. 255.252.0 /22
255. 255.254.0 /23
255. 255.255.0 /24
255.255. 255.128 /25
255.255. 255.192 /26
255. 255. 255.224 /27
255. 255. 255.240 /28
255. 255. 255.248 /29
255. 255. 255.252 /30
Keterangan : pola yang dimaksudkan
adalah pola 128, 192, 224, 240, 248, 252, dan 254
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Dimana 128 dalam binary yaitu = 10000000 (1 bit subnet), 192 dalam binary yaitu 11000000 (2 bit binary) dan seterusnya. Maka hafalkan pola 128, 192, 224, 240, 248, 252 dan 254.
Contoh latihan subnetting : alamat
class B
Alamat Network 172.16.0.0 dan subnet
mask 255.255.192.0
Subnet 192 = 11000000, 2 2 – 2 = 2
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Host 2 14 – 2 = 16.382 (6 bit di octet ketiga, dan 8 bit di octet keempat)
Subnet yang valid 256 – 192 = 64. 64 + 64 = 128
Subnet 64.0 128.0
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Host pertama 64.1 128.1
Host terakhir 127.254 192.254
Broadcast 127.255 199.255
Keterangan, maka subnet 64.0 atau
172.16.64.0, mempunyai host pertama 64.1 atau 172.16.64.1 sampai dengan 171.16.127.254
dan alamat broadcastnya 172.16.127.255
Contoh latihan subnetting : alamat
class A
Alamat Network 10.0.0.0 dan subnet
mask 255.255.0.0
Subnet 255 = 11111111, 2 8 – 2 = 254
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Host 2 16 – 2 = 65.534
Subnet yang valid 256 – 255 = 1, 2 , 3 dan seterusnya. (semua di octet kedua). Subnetnya menjadi 10.1.0.0, 10.2.0.0, 10.3.0.0 dan seterusnya sampai 10.254.0.0
Subnet 10.1.0.0 … 10.254.0.0
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
Host pertama 10.1.0.1 … 10.254.0.1
Host terakhir 10.1.255.254 … 10.254.255.254
Broadcast 10.1.255.255 … 10.254.255.255
NETMASK/SUBNETMASK
Untuk pengelompokan pengalamatan,
selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan
nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan
dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask
inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi
penulisan biasanya sbb :
IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0
Netmask : 255.255.255.0
Suatu nomor IP kita dengan nomor IP
tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita
dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask
dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu
jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
Ketika kita berhubungan dengan
komputer lain pada suatu jaringan, selain IP yang dibutuhkan adalah netmask.
Misal kita pada IP 10.252.102.12 ingin berkirim data pada 10.252.102.135
bagaimana komputer kita memutuskan apakah ia berada pada satu jaringan atau
lain jaringan? Maka yang dilakukan adalah mengecek dulu netmask komputer kita
karena kombinasi IP dan netmask menentukan range jaringan kita.
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkanq menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecilq karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.q
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkanq menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecilq karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.q
Pembagian jaringan besar ke dalam
jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting. Pemecehan
menggunakan konsep subnetting. Membagi jaringan besar tunggal ke dalam
sunet-subnet (sub-sub jaringan). Setiap subnet ditentukan dengan menggunakan
subnet mask bersama-sama dengan no IP.
Pada subnetmask dalam biner, seluruh
bit yang berhubungan dengan netID diset 1, sedangkan bit yang berhubungan
dengan hostID diset 0.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Gambar
pembentukan subnet
Cara Pembentukan Subnet :
Misal jika jaringan kita adalah
192.168.0.0 dalm kelas B (kelas B memberikan range 192.168.0.0 –
192.168.255.255). Ingat kelas B berarti 16 bit pertama menjadi NetID yang dalam
satu jaringan tidak berubah (dalam hal ini adalah 192.168) dan bit selanjutya
sebagai Host ID (yang merupakan nomor komputer yang terhubung ke dan setiap
komputer mempunyai no unik mulai dari 0.0 – 255.255). Jadi
netmasknya/subnetmasknya adalah 255.255.0.0
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.
Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.
Cara perhitungan subnet berdasarkan
jumlah jaringan yang dibutuhkan :
1. Menentukan jumlah jaringan yang
dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.
11111111àMisalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
11111111àDari 255 jumlah bitnya adalah 8à
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)à
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
menunjukkan hostID antara 0-255àxxx
192.168.0 menunjukkan NetID dan 24àBiasa ditulis dengan 192.168.0/24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.
11111111àMisalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
11111111àDari 255 jumlah bitnya adalah 8à
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.
Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)à
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
menunjukkan hostID antara 0-255àxxx
192.168.0 menunjukkan NetID dan 24àBiasa ditulis dengan 192.168.0/24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).
Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.
Cara perhitungan subnet berdasarkan
jumlah host adalah sebagai berikut :
1. Ubah IP dan netmask menjadi biner
IP : 192.168.1.0 à 11000000.10101000.00000000.00000000
àNetmask : 255.255.255.0 11111111.11111111. 11111111.00000000
16 bit.àPanjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.
Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer
IP : 192.168.1.0 à 11000000.10101000.00000000.00000000
àNetmask : 255.255.255.0 11111111.11111111. 11111111.00000000
16 bit.àPanjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.
Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer
Alokasi Range IP
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Nomor IP awal dan akhir setiap
subnet tidak bisa dipakai. Awal dipakai ID Jaringan (NetID) dan akhir sebagai
broadcast.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.
Minggu, 27 Mei 2012
JENIS JARINGAN KOMPUTER
Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:
1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server
- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
- Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.
- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.
3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
- Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
-Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
4. Berdasarkan media transmisi data
- Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
- Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.
1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server
- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
- Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.
- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.
3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
- Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
-Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.
4. Berdasarkan media transmisi data
- Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
- Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.
Minggu, 22 April 2012
FUNGSI HUB DAN SWITCH
HUB
Dalam Jaringan
komputer kita perlu hub yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila
kitahanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan
memerlukan KabelUTP dengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi
bagaimana halnya dengan10 PC ? atau 20 PC ?
disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer2 tersebutakan dihubungkin
dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port2 yang adadi hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan
yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yang
terdiri lebih dari 2 buah PC.Sekarang ini
banyak orang menilai hub sudah cukup untuk mengatasi problemaseperti itu,
tetapi dilihat dari sisi lain ternyata hub memiliki sedikit kejelekandimana dia
akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IPTujuan. Hal ini
mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PCyang terkoneksi
dalam satu jaringan. Tetapi bagaimana dengan ratusan ? atau bahkan mungkin
ribuan? disinilah fungsi switch sebenarnya bekerja.Di bidang jaringan
komputer seringkali kita mendengar kata hub dan switch, bentuknyamirip dan
fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan kekomputer-komputer dalam suatu jaringan. Beberapa
waktu yang lalu penulismendapati pertanyaan sederhana mengenai perbedaan
antara hub dan switch dari beberapa rekan penulis. Melalui artikel kali
ini penulis akan bahas secara singkatmengenai perbedaannya. Dari tampak luar,
sebuah hub atau switch terlihat sama,keduanya memiliki jack RJ-45 untuk
berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai mengenai
perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kitalihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu
hanyasatu device yang dapat
mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktutertentu. Jika lebih dari satu device berusaha
mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision.
Setelah collision terjadi maka setiapdevice tadi harus melakukan proses
pengiriman data kembali (re-transmit). Dapatdibayangkan
jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah makaotomatis
kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karenaakibat collision ini semua device akan melakukan
proses re-transmit makaotomatis traffic jaringan akan menjadi relatif
lebih lambat. Sebelum ditemukannyateknologi
switch, suatu jaringan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa segmentdengan suatu device yang dinamakan bridge. Bridge
memiliki dua buah portethernet. Jika ada traffic ke dalam jaringan maka secara
otomatis bridge akanmengamati device-device yang terlibat di dalamnya dari kedua
sisi (melihat berdasarkan MAC
address-nya). Bridge kemudian akan mampu membuatkeputusan untuk
mem-forward atau tidak mem-forward setiap paket data menujuke device tujuan
HUB
Sama seperti switch, tetapi
perbedaannya adalah hub tidak memilikifaslitas routing. Sehingga semua
informasi yang datang akandikirimkan ke semua komputer (broadcast)
.
Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan
sebuahcentral connection point untuk komputer pada network. Fungsi
dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer
danmentransmisikannya ke komputer yang lain.Sebuah hub bisa active atau
passive. Active hub bertindak sebagairepeater; ia meregenerasi dan mengirimkan
sinyal yangdiperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan;
iamembagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruhnetwork.Hub
adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer
untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif
mudah.Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan
mengijinkancomputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan
relatif mudah.Kapabilitas yang disediakan
hub-------------------------------Fungsi tambahan selain sebagai central
connection point, hubmenyediakan kemampuan berikut:- memfasilitasikan
penambahan, penghilangan atau pemindahan- workstation. menambah jarak network
(fungsi sebagai repeater)- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport
interface yang berbeda- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang
fault- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang-
tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)
Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri
untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak
berfungsi.Cara kerja Hub pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Iamengambil bit-bit yang datang dari satu port dan
mengirimkan copynyake tiap-tiap port
yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akanmelihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan
saja yang akanmemprosesnya. Ini dapat
menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host
sebenarnya dikirimkan ke semua host(meskipun
ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja). Switch------
Switch
Biasanya switch banyak digunakan untuk
jaringan LAN token star.Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi
untukmenghubungkan kabel-kabel UTP (
Kategori 5/5e ) komputer yang satudengan komputer yang lain. Dalam
switch biasanya terdapat routing,routing
sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukankoneksi dengan komputer lain dalam LAN.
Switch adalah hub pintar
yang mempunyai kemampuan untuk menentukantujuan
MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch
meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switchdapat secara drastis mengurangi traffic network.Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke
port-portnyayang ia gunakan untuk
menentukan kemana harus mengirimkan paketnya.
Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address,switch
secara umum lebih cepat daripada sebuah router.
SUMBER :
http://www.scribd.com/doc/344736/FUNGSI-HUB-DAN-SWITCH-HUB-TUGAS
Rabu, 11 April 2012
Jaringan wireless nirkabel
Jaringan nirkabel sangat membantu
karena jaringan wireless ini membantu Anda menggunakan komputer dan terhubung
ke Internet di manapun, di rumah Anda atau di kantor. Namun, kebanyakan
jaringan nirkabel menggunakan router nirkabel, yang lumayan mahal. Jika Anda
memiliki lebih dari satu komputer, Anda dapat mengkonfigurasi jaringan nirkabel
tanpa membeli router nirkabel dan dapatlah kita sedikit menghemat biaya.
Dalam sebuah jaringan nirkabel
tradisional, sebuah router nirkabel bertindak sebagai base station, mirip
dengan stasiun pangkalan untuk telepon tanpa kabel. Semua komunikasi
nirkabel melalui router nirkabel, yang memungkinkan komputer terdekat untuk
terhubung ke Internet atau terhubung satu sama lain. jadi dalam hal ini, sebuah
komputer dengan wireless cardnya di sulap manjadi router, istilahnya jadi
pemancar seperti layaknya router biasa.
Jaringan nirkabel ad hoc lebih cara
kerjanya seperti walkie-talkie, karena komputer berkomunikasi langsung
dengan satu sama lain. Dengan mengaktifkan Internet Connection Sharing
pada salah satu komputer, Anda dapat berbagi akses internet.
jaringan ad hoc tampaknya merupakan
alternatif lain tanpa menggunakan router nirkabel, tetapi memiliki beberapa kelemahan:
• Jika komputer yang terhubung ke
internet ditutup, semua komputer yang merupakan bagian dari jaringan ad hoc
kehilangan akses Internet mereka.
• Untuk menghubungkan ke Internet, komputer harus memiliki sambungan jaringan kabel.
• Untuk menghubungkan ke Internet, komputer harus memiliki sambungan jaringan kabel.
Untuk menghubungkan komputer Anda ke
Internet menggunakan jaringan ad hoc nirkabel, ikuti langkah-langkah berikut:
- Aktifkan Internet Connection Sharing pada komputer yang
tersambung ke Internet. Anda dapat melewatkan langkah ini jika Anda tidak
perlu mengakses Web.
- Set up ad hoc jaringan nirkabel pada komputer yang
tersambung ke Internet.
- Tambahkan komputer Anda yang lain ke jaringan nirkabel.
Cara
mengaktifkan Internet Connection Sharing
Pada jaringan dengan router
nirkabel, router memiliki tugas penting dalam komunikasi antara komputer pada
jaringan rumah Anda ke Internet. Pada jaringan ad hoc, Anda harus menetapkan
salah satu komputer untuk menggantikan tugas ini. Komputer yang Anda
pilih harus memiliki koneksi ke Internet, dan harus ditinggalkan di setiap kali
Anda ingin menggunakan komputer Anda yang lain. Akan tetapi jika ingin
menghubungkan antara 2 laptop yang memiliki koneksi wireless atau nirkabel,
koneksi ke internet yah ngga perlu.
Cara mengatur komputer pertama
Untuk mengatur jaringan nirkabel ad hoc yang memungkinkan komputer untuk berbagi koneksi internet tanpa router
Untuk mengatur jaringan nirkabel ad hoc yang memungkinkan komputer untuk berbagi koneksi internet tanpa router
- Jika diperlukan, pasanglah adapter jaringan nirkabel
disetiap komputer.
- Klik Start, dan kemudian klik Control Panel.
3. Di bawah Pilih kategori, klik
Sambungan Jaringan dan Internet.
4. Dibawah ikon kontrol panel, klik
Network Connections.
5. Klik kanan koneksi jaringan
nirkabel Anda, kemudian klik Properties.
6. Dalam Jaringan Koneksi Nirkabel
kotak dialog Properties, klik tab Wireless Networks.
7. Pada tab Jaringan Nirkabel, di
bawah jaringan yang dipilih, klik Tambah.
8. Dalam kotak dialog
“Wireless network properties” pada tab “Association” masukin nama jaringan ad
hoc anda yg disuka dalam kotak “Network name (SSID)” seperti dalam langkah
no.10, kali ini kita namakan saja MyHomeNetwork.
9. Perhatikan jangan conteng kotak
dialog “The key is provided for me automatically” dan conteng kotak dialog
“This is a computer-to-computer (ad hoc) network”.
10. Buat password 13 digit dan
ketikan di kedua kotak “Network key” dan “Confirm Network Key”. Untuk keamanan
terbaik, masukin kombinasi termasuk huruf, angka, dan tanda baca. Lalu klik OK.
11. Klik OK lagi untuk menyimpan
perubahan Anda.
Cara
mengatur komputer tambahan / client
Jika komputer yang akan digunakan
untuk koneksi ke komputer tadi belum ada adapter wireless atau nirkabel,
pasanglah adapter agar bisa menggunakan jaringan wireless atau nirkabel.
Windows akan otomatis mendeteksi jaringan yang telah kita buat tadi.
Sekarang caranya menghubungkan
komputer Anda ke jaringan nirkabel Anda
Catatan: Langkah-langkah ini berlaku hanya jika Anda menggunakan
Windows XP Service Pack 2 (SP2). Jika Anda belum menginstall SP2,
kunjungi Microsoft
Update untuk menginstalnya sebelum terhubung ke jaringan ad hoc.
1. Klik kanan ikon “Wireless
Network” di sudut layar kanan monitor anda, lalu klik “View Available Wireless
Networks.”
2. Muncul jendela “Wireless Network
Connection” dan menampilkan jaringan nirkabel anda yang terdaftar dengan SSID
yang anda pilih tadi, Jika anda tidak dapat melihat SSID anda, klik “Refresh
Network List” disudut kiri atas. Klik jaringan anda, lalu klik “Connect”
disudut kanan bawah.
3. Windows xp akan meminta anda
memasukkan kata kunci, masukkan kata kunci ke kotak “Network key” dan “Confirm
network key”, laku klik “Connect”.
Windows xp akan melakukan koneksi ke
komputer yang telah kita setting jadi server tadi, setelah terhubung dapatlah
anda menutup jendela “Wireless Network Connection “. Untuk melakukan koneksi
dengan komputer yang lainnya, ikuti langkah2 tadi diatas. Langkah2 ini juga
bisa diterapkan untuk melakukan koneksi antara dua laptop yang ada wifi atau
wireless network tanpa memakai router. dan berbagi file atau apa saja.
Langganan:
Postingan (Atom)















